Minggu, 08 November 2015

Foto Angkatan 2012 Matematika FKIP UNPAS

MTK 2012

MTK 2012

MTK 2012

MTK 2012


Sabtu, 07 November 2015

Jangan Anggap Wajar Perut Buncit


Sedikit info nih kawan tentang perut buncit, saya ambil dari kompas.com sedikit ngeshare, semoga yang membaca bisa jadi manfaat. aamiin. Silahkan disimak






KOMPAS.com - Perut buncit pada pria sering dianggap sebagai hal yang wajar, bahkan dikaitkan dengan kemakmuran. Padahal, timbunan lemak di perut sangat berbahaya bagi kesehatan.

Seseorang disebut memiliki perut buncit jika ukuran lingkar pinggangnya lebih dari 95 cm pada pria dan lebih dari 80 cm pada wanita.

Lemak yang tertimbun di perut adalah lemak visceral. Bukan hanya sulit dihilangkan, lemak ini melekat di organ-organ dalam seperti ginjal, liver, dan sebagainya. 

Berbagai penelitian menyebutkan lemak visceral sangat aktif dan menghasilkan hormon serta zat kimia yang bisa menyebabkan gangguan metabolisme dan juga peradangan. Nah, peradangan inilah yang dapat memicu penyakit.

Berikut adalah beberapa penyakit yang mengintai jika kita memiliki timbunan lemak di perut:

- Penyakit jantung
Lemak visceral adalah jenis lemak yang dimetabolisme oleh liver, yang akan diubah menjadi Kolesterol dan bersirkulasi dalam darah.Kolesterol jahat atau LDL ini bisa menumpuk di arteri dan membentuk plak, semacam lapisan lilin yang bisa membuat pembuluh darah lambat laun menyempit. Jika terjadi sumbatan maka akan menyebabkan serangan jantung.

diabetes
Lemak visceral menghasilkan peradangan yang menyebabkan insulin menjadi kurang resisten sehingga kadar gula dalam darah tetap tinggi. Akibatnya risiko diabetes meningkat.

- Tekanan darah tinggi
Semakin banyak lemak, semakin tinggi darah yang akan di pompa sehingga tekana darah dalam tubuh menjadi tinggi. (Muthia Zulfa)uthia Zulfa)

Jumat, 06 November 2015

Hukum Mencabut Bulu Ketiak, Khitanan, Mencukur Bulu Kemaluan, Memotong Kumis, dan Memotong Kuku

Hukum Mencabut Bulu Ketiak, Khitanan, Mencukur Bulu Kemaluan, Memotong Kumis, dan Memotong Kuku


Pernahkan Anda mencabuti bulu ketiak? kalau sudah ada yang pernah mungkin terasa sakit. kemudian langkah yang diambil adalah mencukurnya. Walaupun boleh mencukur bulu ketiak, tapi menurut saran saya lebih baik dicabuti sedikit demi sedikit, karena kalau dicukur nanti makin banyak dan pas hari ke 2 dan seterusnya di ketiaknya terasa ada yang menusuk-nusuk. apa itu? ya. bulu ketiak yang baru tumbuh. kebaikan mencukur atau mencabut bulu ketiak yaitu untuk kesehatan ketiak Anda, bilamana bulu ketiak masih ada maka akan menjadi sarang bakteri dan akan timbul bau yang tidak sedap. ya langsung saja simak hadits-hadits dibawah ini mengenai mencabut bulu ketiak.

Sunnah mencabut bulu ketiak
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ
“Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” [1]
dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ قَالَ زَكَرِيَّاءُ قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ
“Ada sepuluh macam fitrah, yaitu memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.” Zakaria berkata bahwa Mu’shob berkata, “Aku lupa yang kesepuluh, aku merasa yang kesepuluh adalah berkumur.” (HR. Muslim no. 261, Abu Daud no. 52, At Tirmidzi no. 2906, An Nasai 8/152, Ibnu Majah no. 293)
Dan sebaiknya hal ini tidak dibiarkan lebih dari 40 hari (mencabut setiap 40 hari), dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu:
وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Kami diberi batasan waktu oleh Rasulullah untuk mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.” [2]
kesehatan dan hikmahnya
mengenai hikmah mengapa dicabut, bukan di cukur saja, syaikh Hasan bin Abdus Satir An-Nu’mani berkata,
: ان ربنا سبحانه و تعالى ما وضع لنا تشريع إلا بحكمه , و الحكمه هنا حسب فهم بعض العلماء الاجلاء,
ان النتف مفيد فى حاله الابط , لانه يجعل الابط طرياً أو محتفظا بليونته ,و يستأصل الشعر من موضعه الاصلى , فيمنع الرائحه و نمو الشعر لفتره أطول
و لو , استخدمنا الحلاقه , فسوف يزداد الشعر و يصبح الجلد قويا , و صلبا و يكون موضع رائحه كريه , لذلك الانتف أفضل و لكنه شاق على بعض الناس .
“Sesungguhnya Rabb Kita Subhanahu wa Ta’ala tidaklah mensyariatkan kecuali ada hikmah dan hikmah ini (mencabut bulu ketiak) sebagaimana pemahaman para ulama adalah mencabutnya bermanfaat sesuai keadaan di ketiak karena menjadikan ketiak lembut , terjaga , mencabut akar rambut dari asalnya (folikel) dan mencegah dari bau yang tidak enak.
Jika dicukur maka bisa menambah (lebatnya) bulu ketiak, membuat kulit menjadi tebal dan kaku serta bisa menjadi tempat timbulnya bau tidak enak. Oleh karena itu yang lebih afdhal adalah mencabut akan tetapi terasa sakit pada sebagian orang.[3]

Tentunya ketika mencabut bulu ketiak harus memperhatikan sterilitas dan kebersihan alat, lebih baik dilakukan setelah mandi. Ini lebih sehat karena terkadang folikel rambut juga tercabut dan rambut tidak akan tumbuh lagi.

Lebih afdhal mencabut, tetapi jika sakit boleh mencukur
Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,
فصل : ونتف الإبط سنة لأنه من الفطرة ويفحش بتركه وإن أزال الشعر بالحلق والنورة جاز ونتفه أفضل لموافقته الخبر قال حرب : قلت ل إسحاق نتف الإبط إليك أو بنورة ؟ قال نتفه إن قدر
“Mancabut bulu ketiak adalah sunnah karena merupakan fitrah, meninggalkannya adalah perbuatan yang kurang baik (kurang afdhal maksudnya, pent), jika dihilangkan dengan mencukur  atau dengan tawas maka boleh sedangkan mencabutnya lebih afdhal karena mencocoki khabar (hadits), Harb berkata, “Aku katakan kepada Ishaq: ‘Mencabut rambut ketiak lebih engkau sukai ataukah menghilangkannya dengan obat perontok?’ Ishaq menjawab, ‘Mencabutnya, bila memang seseorang mampu’.” [4]
Al-Baidhawi rahimahullah berkata,
والمسنون في إزالة هذا الشعر هو النتف للإبط والحلق للعانة ، وبأي شيء أزاله صح. حيث إن الغرض هو إزالة هذا الشعر فمن لم يقو على نتف الإبط جاز له الحلق بالموسى أو غيره
“termasuk sunnah menghilangkan rambut adalah mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan dengan berbagai cara untuk menghilangkannya maka sah-sah saja. Tujuannya adalah menghilangkan rambut, barangsiapa yang tidak kuat (menahan sakit) ketika mancabut bulu ketiak maka boleh baginya mencukur dengan silet atau sejenisnya.”[5]

Dan Fatwa ulama di zaman ini, syaikh Prof. Abdullah bin Jibrin rahimahullah, beliau ditanya:
السؤال: ما حكم حلق شعر الإبطين أو قصه لمَن لا يقوى على نتفه؟
Apakah hukum mencukur bulu kedua ketiak atau memotongnya bagi orang yang tidak kuat (menahan rasa sakit ketika-pent) mencabutnya?
لا بأس بذلك؛ فإن القصد إزالته لئلا يعلق به العرق والوسخ، ويحصل منه النَّتْنُ والصُّنَان المضر لمن شَمَّهُ بخبث رائحته، وحيث أنه يقع في موضع رقيق، فإن الأصل نتفه، وذلك سهل ومعتاد؛ لا يشق ولا يستصعب، فإن لم يَقْوَ على النتف جاز القص بالمقراض، والإزالة بالنُّورَة، والحلق بالمُوسَ ونحوه.
Jawaban:
Tidak apa-apa melakukan hal itu sebab tujuan utama adalah menghilangkannya sehingga keringat dan kotoran tidak menempel lalu menimbulkan pembusukan dan nanah yang mengganggu orang yang menciumnya karena baunya yang tidak sedap.  Karena ia tumbuh di tempat yang tipis maka pada asalnya harus dicabut dan hal ini memudahkan dan biasa (alami), tidak menyusahkan apalagi menyulitkan. Namun, bila dia tidak kuat mencabutnya, boleh memotongnya dengan gunting, menghilangkannya dengan tawas dan mencukurnya dengan pisau cukur, atau semisalnya. [6]



@Ruang Bulat RSUP Sardjito-Jogja, 24 Jumadil Awwal 1434 H
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen


[1] HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258
[2] HR. Muslim
[4] Al-Mughni  hal. 100,  Darul Fikr, Beirut, cet. I, 1405 H, syamilah

Kamis, 05 November 2015

Cara Belajar Efektif

Cara belajar efektif biasa disebut dengan cara belajar yang bermakna atau berkesan. Atau cara yang ampuh untuk belajar memahami sesuatu atau pelajaran dengan mudah dan cepat menggunakan cara-cara belajar yang paling efektif.
Fokus adalah inti dari cara belajar efektif
Seseorang bisa menjadi sangat fokus jika sesuatu yang ia pelajari itu ia sukai, Dan menyenangkan baginya. Terlebih jika memang cara fokusnya untuk hal-hal yang mereka inginkan. Secara otomatis, maka ia akan bisa menjadi sangat fokus.
Bagaimana Caranya Supaya Bisa Fokus Belajar Di Sekolah ?
Cara agar bisa fokus belajar di sekolah adalah harus memiliki keinginan untuk memahami pelajaran dengan sangat cepat. Untuk bisa cepat memahami pelajaran di dalam kelas, anda harus bisa mengabaikan segala hal yang berpotensi mengganggu fokus belajar anda. Contoh hal-hal yang bisa mengganggu fokus anda untuk cepat memahami pelajaran adalah : memikirkan sesuatu yang lain dan bercanda dengan kawan di kelas.
Keinginan Untuk Menjadi Cerdas
Ada beberapa kutipan tentang keinginan, diantaranya seperti berikut :
  • Jika anda menginginkan sebuah benda, Kemudian anda fokus dan tekun melakukan cara-cara efektif yang mengarah kepada pencapaian benda itu, Maka Insya Allah anda akan mendapatkan benda tersebut.
  • Dan jika anda menginginkan diri anda menjadi cerdas. Kemudian anda fokus dan tekun melakukan cara-cara efektif yang menuju kepada kecerdasan, Maka Insya Allah anda akan menjadi cerdas.
Semakin besar keinginan kita, maka kemungkinan besar kita akan menjadi lebih kreatif untuk menemukan cara-cara yang paling efektif untuk mendapatkannya.
Fokus dan keinginan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan Adalah faktor yang sangat kuat dalam hal cara belajar yang efektif dan efisien. Anda mungkin bisa membayangkan satu waktu ketika anda tidak memiliki keinginan. Tentunya anda akan bermalas-malasan saja, Bukan?
Faktor-faktor lain supaya bisa mudah belajar secara efektif adalah faktor lingkungan dan wawasan. Pikiran manusia identik dengan apa yang dia tahu, dia lihat dan rasakan. Itulah wawasan atau pengetahuan. Pikiran bawah sadar kita dikuasai oleh dari mana kita menerima informasi.
Jadi misalkan anda ingin bisa memahami ilmu fisika, Maka cara yang paling efektif adalah anda harus menyukai ilmu fisika tersebut, lalu anda semestinya memiliki hobi dalam membaca artikel-artikel atau makalah belajar efektif yang berhubungan erat dengan ilmu fisika itu. Dan akan lebih baik lagi, jika anda mau bergaul di lingkungan orang-orang yang memang menyukai ilmu fisika seperti anda.
Mungkin disana anda bisa berbagi pengetahuan tentang fisika dan bisa belajar bersama-sama. Sehingga akan ada lebih banyak lagi ilmu fisika yang bisa anda pahami, dan jadikanlah hal tersebut sebagai satu Motivasi belajar.
Hal yang sama juga berlaku untuk Belajar bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lain atau bidang ilmu yang lain.
Tips Cara Belajar Efektif Di Sekolah :
Untuk bisa belajar dengan efektif di sekolah, anda harus menghargai setiap detik dari waktu jam pelajaran di sekolah. Adalah anda harus bisa mengabaikan segala sesuatu yang dapat mengganggu fokus belajar anda. Setiap pelajaran yang diajarkan di sekolah, harus anda pahami dengan sangat cepat.